Blog Personal si Pembelajar Hidup
Sayatan derita mengiris badannya
Gunung cobaan menimpa hidupnya
Pukulan, hajaran, tamparan biasa menghampiri wajahnya
Kadang hatinya jatuh merintih
Kadang jantungnya berdebar meringis
Pikiran buntu menabrak tebing
Namun tak pernah habis
Takkan pernah sampai habis
Dia akan bangkit kembali seperti pahlawan
Maju kembali dengan derap serdadu perang
Tak terkalahkan, tak terhancurkan
Karena hatinya terbuat dari Firman
dan jantungnya dari Iman
Seribu tombak menghujam tapi tak binasa
Sejuta topan badai menerjang namun tetap berdiri
16 April 2006
Kala cinta bukan segalanya
Cahaya kebenaran jadi utama
Hindarkan jiwa dari sengsara
Labuhkan cinta di hati yang genap
Kala cinta bukan segalanya
Jam dinding masih berdetak
Bumi masih terus berputar
Cinta pun kan tetap berkarya
Kala cinta bukan segalanya
Bunga-bunga terlihat bermekaran
Menanti Tuan memetik cinta
Surga pun jadi tercipta
November 2002
Nantikan hujan tiba
Di tengah mendung awan kelabu
Angin kencang bertiup
Awan telah penuh
Halilintar pun berkumandang
Namun hujan belum turun
Kupersiapkan diriku
Tuk ungkapkan isi hatiku
Kepada seorang tersayang
Kunanti waktu demi waktu
Kucari celah kesempatan
Saat mendung sempurna menutupi bumi
dan awan tak sanggup menahan rintik air
Kuharap hujan sukacita turun
Memenuhi bumi dengan limpahnya
Mengairi samudera lautan hatiku
Membanjiri kekeringan hatiku
Menghalau resah dan gundah kemarau
Mendatangkan syukur dan bahagia
Valentine’s Day tahun 2000
Senja akan tenggelam
Nampaklah keindahan sang surya
Kilau jingga menutupi jagat
Menghapus kabut di pagi buta
Segarkan terik sepanjang siang
Siapkan bulan berjaga malam
Hari berganti hari
Tahun berganti tahun
Masa lalu tak kembali
Masa depan takkan pergi
Masa sekarang jadi penentu
Sepanjang apa kita melangkah
Sejauh mana kita mendayung
Seluas apa mata memandang
Masih jalan setapak tak berujung
Masih samudera luas tanpa batas
Masih cakrawala di ujung langit
Masih banyak gelombang yang menanti
Masih banyak badai yang harus dilalui
Masih banyak rintangan yang menunggu
Apapun yang akan terjadi
Tak seorang pun tahu
Hanya satu yang pasti
Kasih Tuhan beserta
Apapun jalan yang kita tempuh
Asalkan percaya pada-Nya
Asalkan menyerahkan pada-Nya
Setiap inchi dari kehidupan
Setiap detik dari pemikiran
Setiap langkah keputusan
Jangan pernah takut melangkah
Jangan pernah berhenti mencoba
Maju, teruslah maju
Selamat Tahun Baru 2001
Hatiku hancur berkeping-keping
Menghadapi kenyataan tak punya belas kasihan
Sedih, perih, tak terurai dengan kata-kata
Sakit rasanya
Bagai tertusuk ribuan anak panah
Desember bukanlah bulanku
Desember memilih sang surya sendiri
Seorang kuda hitam berekor putih
Tak kuduga, tak dinyana
Kukumpulkan keping demi keping hatiku
Biar kusimpan sendiri
Kalau-kalau Tuhan membentuknya kembali
Untuk seseorang yang sedang menanti
4 Oktober 1998
Kawan, lama tersimpan dalam hati
Sejak pertama kali berjumpa
Menjalin tali kasih persahabatan
Hingga kini
Kawan, kehadiranmu memberi berkat
Perkataanmu membawa suasana
Kesan demi kesan dalam di dasar hati
Kawan, alangkah senang kita dapat bertemu
Alangkah indah kisah persaudaraan kita
Saling mengisi hati, saling mengisi hidup
Hidup jadi bahagia
Kawan, pernahkah ku berkata
Kaulah mutiara
Kaulah perhiasan
Bagi seorang wanita
Bilakah kita terus bersama
Haruskah kita berpisah
Bilakah kita bersua kembali
Ada waktu bertemu, ada kala perpisahan
Biarlah kita berpisah selama hidup ini
Asal dapat bersama di Firdaus selamanya
7 Maret 1996