Jan
27
Filed Under (Food Corner) by giftoflife on 27-01-2009

Kalau suka extreme kuliner, jangan pernah melewatkan yang satu ini. Naya, rajanya masakan ular yang ada di jalan Terusan Pasteur (dr Djundjunan), deket pintu Tol Pasteur, kalau dari perempatan paskal ada di sebelah kiri, sebelum BTC, depan hotel Grand Aquila.

Yang hebat, masakan ulernya Bu Naya (alm) ini dibuat macem-macem menu, misalnya ular cah kailan, ular cah fumak, sop ular, cah ular dan masih banyak lagi yang lain. Memang Bu Naya sudah lama tiada, namun ternyata kualitas dan kelezatan masakan restoran ini tidak berubah yang menunjukkan kepiawaian keluarga Naya dalam memasak masakan extreme kuliner ini.

Bukan rahasia lagi kalau gua lagi di Bandung seringkali ngajak temen-temen dan anak-anak PA g makan di sono, sebagai salah satu tempat makan favoritnya g.

Semua masakan di restoran Naya ini enak-enak. Misalnya yang g udah cobain:

  • sop ular. Ada yang kentel, ada yang encer. Kalau yang kentel kayak sop asparagus. Tapi kalau yang encer, kayak sop biasa, dikasih ki ce (seperti isi kacang tanah tapi warnanya merah dan lembek).
  • Ular cah kailan/fumak. Persis seperti sapi cah kailan atau lindung cah fumak, tapi dagingnya uler :) o ya, ulernya digoreng dulu, sayurannya dicah terpisah. Baru kemudian dihidangkannya dicampurin.
  • Ular Kecap. Seperti babi kecap, tapi dagingnya lagi-lagi uler :)
  • Ular saus tiram
  • Cah Ular. Namanya emang ngebingungin. Tadi udah ular cah sayuran, nah sekarang namanya dibalik jadi Cah Ular, kali ini ular, dicampur bangkuang, dan beberapa ingredient lain dan di masak cah. Ini enak juga, cuman untuk yang ini ularnya tidak digoreng dulu.

Kalau ada orang yang gak suka uler tapi diajakin makan di sini, jangan kuatir karena Naya menyediakan banyak masakan chinese food yang enak-enak juga seperti masakan babi, sapi, udang dll.

Naya juga menyediakan masakan extreme kuliner yang lain seperti buaya dan biawak. Kalau buaya dimasak seperti rendang, enak juga loh. Kalau biawak belum sempet nyobain nih.

OK, sekarang harganya??? murah! rata-rata menu 25 ribuan, isinya banyak, bisa buat 2 orang perporsi, pokoknya puas deh…… :))

Jan
27
Filed Under (Food Corner) by giftoflife on 27-01-2009

Kerang yang satu ini kayak bambu, panjang dan tidak kecil seperti kerang biasa. Daging kerangnya adalah daging yang menyerupai lidah di dalam cangkang yang berbentuk bambu tersebut. Buat yang suka kerang, biasanya yang bikin BT adalah karena kerang biasa itu isinya kecil-kecil, jadi kurang puas makannya. Nah kalau kerang bambu isinya panjang-panjang, jadi bisa memuaskan temen-temen yang pengen makan kerang dengan puas. :)
Kerang bambu yang pernah g makan itu ada di jalan Sabang di Jakarta Pusat. Deket Sarinah. Memang sabang sudah terkenal dengan pusat makanan saat malam hari (seperti Cibadak atau gardujati di Bandung). Kebetulan tempo hari me and my wife iseng jalan2 cari makanan di sono, liat-liat kaki lima di sono makanannya kok tipikal semua; nasi goreng, ayam goreng, martabak, jus dll yang biasa banyakdi mana-mana. Eh… taunya di deket RM Sederhana, ada tukang jualan masakan yang beda sendiri yaitu masakan Kerang.  Kita nyoba sekali langsung suka!

Dia jual ada kerang bambu ada juga kerang yang lain (namanya lupa) yang ukurannya besar-besar. Masakannya juga macem-macem, tapi yang orang biasa pesen katanya sih kerang dipindang atau kerang saus tiram.

Gue udah coba pindang dan saus tiram. Kalo kata gua sih kerang bambu saus tiram jauh lebih uenakk… suka banget nih makan menu itu di sono.

Harganya 25 ribu, belum termasuk nasi, tapi seporsinya isinya banyak, cukup buat 2 orang.

Buat yang suka makan di Jalan Sabang, sekali-kali cobain aja, recommended banget.