Blog Personal si Pembelajar Hidup
Kala rasa berteduh di hati
Gundah dan gelisah gantikan sepi
Manis, asam dan pahit silih berganti
Rasa itu surga
Menyenangkan berjuta rasanya
Rasa itu nestapa
Menghancurkan dan menghimpit jiwa
Rasa itu asa
Menyegarkan pergulatan jiwa
Kala cinta terbit
Seribu kenangan tenggelam ke dasar samudra
Sejuta impian melanda sang kapal
Menembus badai mencapai nirwana
"Kedewasaan rohani" bukanlah tujuan setelah kita menjadi
Kristen, tapi kita rindu kedewasaan rohani karena kita mengasihi Allah. Itu
bukan tujuan, tapi itu akibat dari hubungan kita dengan
Allah.
Orang yang
hanya mengejar "kedewasaan rohani" mungkin tidak akan pernah dewasa, karena dia
tidak mengerti hakekatnya. Mungkin dia sekedar mencari jati diri dan kebanggaan
diri bahwa dirinya bisa menjadi "dewasa rohani" sama seperti menjadi seorang
yang terpandang. Kedewasaan rohani tipe ini lebih tepat disebut sebagai
"Supremasi Rohani" yang bersahabat dengan "Kesombongan Rohani" Tapi kedewasaan
rohani yang sejati berasal dari hati yang rendah hati dan hidup yang bersekutu
erat dengan Tuhan setiap waktu.
Tapi lebih
parah lagi orang yang tidak peduli dengan kedewasaan rohaninya sama sekali,
karena orang yang demikian sesungguhnya tidak mempedulikan apakah hidupnya
berkenan di hati Penciptanya atau tidak, hanya menjalankan apa yang diinginkan
hatinya tanpa membiarkan Sang Pemberi Hidup membimbing dia dalam menjalani hidup
yang penuh arti.
Atau
mungkin dia pikir Allah dapat disogok dengan perpuluhan, ibadah, perbuatan baik
bahkan pelayanan sehingga Tuhan tidak perlu ikut campur dengan urusan pribadi
dia. Pada prinsipnya orang dengan Don’t Care Minded seperti ini telah
mengingkari Kekristenannya dan menjadikan Kekristenan hanya sebagai sebuah agama
biasa yang sama dengan agama-agama lainnya.
Janganlah
lupa bahwa tidak semua orang yang berseru Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam
Kerajaan Surga, juga tidak semua orang yang percaya Yesus akan masuk ke dalam
Kerajaan Surga, bahkan Iblis juga percaya Yesus adalah Anak Allah dan mereka
gemetar namun tidak membuat mereka lebih baik dan
bertobat.
Kondisi sosial saat ini sudah begitu
kompleksnya dan
gaya
hidup masyarakat sudah banyak
berubah menjadi semakin individualis. Ini akan menyusahkan para lajang untuk
menemukan pasangan hidupnya. Mereka kesulitan menemukan ‘jodoh’
karena:
Lain lagi pula misalnya ternyata
orang yang dikejar mempunyai suatu sifat yang tidak dapat
diterima.
Bahkan 3 kriteria yang
tadi disebutkan pun (baik, seagama dan cinta) masih harus dilihat misalnya
seberapa baik yang masuk hitungan. Kehidupan beragamanya seberapa baik dan seberapa dalam cinta yang
dianggap memenuhi kriteria dari orang lajang
tersebut. 
Maka, saran dibawah ini perlu
diperhatikan oleh para single:
Buat para Pria:
Usahakanlah trus.
Buat para Wanita:
Para
pria sering melakukan
tindakan bodoh saat mencintai seorang wanita yang membuat dia bukan menjadi
dirinya sendiri. Kaum Adam ini sering jadi obsesif dan akhirnya menjadi orang
lain. Ingatlah bahwa saat si pria menjadi berbeda seperti itu, itu adalah karena
cinta
