Sep
27
Filed Under (Poems) by giftoflife on 27-09-2006

Kala rasa berteduh di hati
Gundah dan gelisah gantikan sepi
Manis, asam dan pahit silih berganti

Rasa itu surga
Menyenangkan berjuta rasanya
Rasa itu nestapa

Menghancurkan dan menghimpit jiwa
Rasa itu asa

Menyegarkan pergulatan jiwa

Kala cinta terbit
Seribu kenangan tenggelam ke dasar samudra
Sejuta impian melanda sang kapal
Menembus badai mencapai nirwana

Sep
25
Filed Under (Christianity) by giftoflife on 25-09-2006

"Kedewasaan rohani" bukanlah tujuan setelah kita menjadi
Kristen, tapi kita rindu kedewasaan rohani karena kita mengasihi Allah. Itu
bukan tujuan, tapi itu akibat dari hubungan kita dengan
Allah.

Orang yang
hanya mengejar "kedewasaan rohani" mungkin tidak akan pernah dewasa, karena dia
tidak mengerti hakekatnya. Mungkin dia sekedar mencari jati diri dan kebanggaan
diri bahwa dirinya bisa menjadi "dewasa rohani" sama seperti menjadi seorang
yang terpandang. Kedewasaan rohani tipe ini lebih tepat disebut sebagai
"Supremasi Rohani" yang bersahabat dengan "Kesombongan Rohani" Tapi kedewasaan
rohani yang sejati berasal dari hati yang rendah hati dan hidup yang bersekutu
erat dengan Tuhan setiap waktu.

Tapi lebih
parah lagi orang yang tidak peduli dengan kedewasaan rohaninya sama sekali,
karena orang yang demikian sesungguhnya tidak mempedulikan apakah hidupnya
berkenan di hati Penciptanya atau tidak, hanya menjalankan apa yang diinginkan
hatinya tanpa membiarkan Sang Pemberi Hidup membimbing dia dalam menjalani hidup
yang penuh arti.

Atau
mungkin dia pikir Allah dapat disogok dengan perpuluhan, ibadah, perbuatan baik
bahkan pelayanan sehingga Tuhan tidak perlu ikut campur dengan urusan pribadi
dia. Pada prinsipnya orang dengan Don’t Care Minded seperti ini telah
mengingkari Kekristenannya dan menjadikan Kekristenan hanya sebagai sebuah agama
biasa yang sama dengan agama-agama lainnya.

Janganlah
lupa bahwa tidak semua orang yang berseru Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam
Kerajaan Surga, juga tidak semua orang yang percaya Yesus akan masuk ke dalam
Kerajaan Surga, bahkan Iblis juga percaya Yesus adalah Anak Allah dan mereka
gemetar namun tidak membuat mereka lebih baik dan
bertobat.

 

Sep
07
Filed Under (Gift of Life) by giftoflife on 07-09-2006

Kondisi sosial saat ini sudah begitu
kompleksnya dan15001

gaya

hidup masyarakat sudah banyak
berubah menjadi semakin individualis. Ini akan menyusahkan para lajang untuk
menemukan pasangan hidupnya. Mereka kesulitan menemukan ‘jodoh’
karena:

  1. Lingkungan
    pergaulan menjadi sempit, orang makin individualistis
  2. Kompleksitas
    hidup akan menuntut setiap orang untuk mempunyai standar kriteria pasangan hidup
    yang tinggi, sadar maupun tidak disadari. Kalau ditanya tentang kriteria calon
    pasangan hidup, memang seringkali orang hanya mengatakan: BCA (asal Baik, asal
    Cinta dan asal seAgama) saja. Namun kenyataanya, ada kriteria2 lain yang tidak
    disadari sudah menjadi standar bagi setiap orang untuk calon pasangan hidupnya.
    Misalnya walaupun memenuhi semua kriteria di atas, tapi secara fisik tidak cocok
    dengan kita, seringkali tetap tidak akan dilirik oleh kita, baik pria maupun
    wanita. Ini disebabkan karena media massa sudah merumuskan stereotipe pria-pria
    ganteng dan wanita-wanita cantik, yang membuat setiap orang akan mengidentikan
    kecantikan dan ketampanan kepada seperti yang terdapat pada media massa misalnya majalah
    atau TV. Padahal orang-orang yang memenuhi kriteria ‘cantik’ dan ‘tampan’ yang
    serupa dengan model itu jumlahnya lebih sedikit daripada yang
    tidak.

Lain lagi pula misalnya ternyata
orang yang dikejar mempunyai suatu sifat yang tidak dapat
diterima.

Bahkan 3 kriteria yang
tadi disebutkan pun (baik, seagama dan cinta) masih harus dilihat misalnya
seberapa baik yang masuk hitungan.
Kehidupan beragamanya seberapa baik dan seberapa dalam cinta yang
dianggap memenuhi kriteria dari orang lajang
tersebut.

 

Maka, saran dibawah ini perlu
diperhatikan oleh para single:

Buat para Pria:

  1. Apabila kita
    sudah menemukan calon kekasih yang cocok dengan kriteria kita, kejarlah wanita
    itu. Jangan mudah putus asa.
    Usahakanlah trus.
  2. Belajarlah
    bersikap romantis, tapi jangan tinggalkan realitas.
  3. Lakukanlah
    gombalisme tapi jangan lakukan tanpa ketulusan.

 

Buat para Wanita:

  1. Bukalah diri
    Anda, janganlah Anda jual mahal, dan jangan langsung menolak waktu seorang pria
    mengajak Anda berkencan meskipun Anda belum menyukainya. Karena wanita berbeda
    dengan pria. Wanita lebih tertarik secara emosional daripada secara fisik.
    Jarang seorang wanita mencintai sebelum mengenal lebih dekat dengan sang pria.
    Dan Jarang juga seorang wanita tertarik kepada pria sebelum sang pria mengadakan
    usaha pendekatan/pengejaran (sekalipun pendekatannya jinak-jinak merpati atau
    malah pendekatan yang obsesif)
  2. Ingat-ingatlah sifat pria yang
    mengejar Anda saat Anda dan dia masih murni berteman, jangan saat pria tersebut
    mengejar Anda.

    Para

    pria sering melakukan
    tindakan bodoh saat mencintai seorang wanita yang membuat dia bukan menjadi
    dirinya sendiri. Kaum Adam ini sering jadi obsesif dan akhirnya menjadi orang
    lain. Ingatlah bahwa saat si pria menjadi berbeda seperti itu, itu adalah karena
    cinta