Jul
27

Sex, Lust and Marriage

Filed Under (Gift of Life) by giftoflife on 27-07-2006

Sex… Sex
adalah bukan sekedar aktifitas fisik belaka, namun ada penyatuan tubuh dan jiwa
yang mengikat kedua insan menjadi satu. Sex tidaklah kotor, dia suci dan diciptakan dengan indah.

Dalam berhubungan sex Tuhan hadir di dalamnya memberikan rahmat dan berkat.
Tentunya dengan syarat bila dilakukan in the perfect time and with the perfect
person.

Perfect time= after marriage

Perfect person = wife/husband

wife/husband adalah singular… not plural, maksudnya sex itu very exlusive,
hanya untuk bersama 1 orang saja.

Love…. 

Love itu tidak mementingkan diri sendiri, tapi memberi diri untuk
membahagiakan pasangan yang kemudian diri kita jadi bahagia karena kebahagiaan
pasangan kita. Dalam hal ini Love berarti Give & Take, barulah cinta
menjadi penuh.

Moralitas…

Adalah suatu hukum Tuhan yang diberikan untuk menjaga kebahagiaan manusia.
Kesucian dan kebahagiaan tidaklah pernah bisa dipisahkan. Tidaklah pernah ada
kebahagiaan sejati tanpa kesucian, dan kesucian sejati selalu menghasilkan
kebahagiaan sejati.

Moralitas adalah hukum Tuhan yang sama seperti hukum gravitasi. Kalau kita
mencoba melawan hukum gravitasi (misalnya dengan terjun dari atas Monas dengan
menggunakan baju Superman ) tentunya tubuh
kita akan hancur akibatnya. Dengan demikian malah akan semakin membuktikan
kebenaran hukum gravitasi tersebut. Siapa yang melawan hukum Tuhan ini sama
juga akan hancur, dan semakin membuktikan kebenaran hukum Tuhan.

Marriage

Love hanya
punya nilai kalau dia exclusive. Cinta jadi tidak berharga bila
seseorang mengatakan I Love You kepada lebih dari 1 orang di suatu
waktu. Exclusive berarti komitmen. Mencintai tanpa memberikan komitmen
akan membuat hampa, sex tanpa komitmen janji pernikahan akan membuat
semua yang melakukannya menyesal seumur hidup mereka.

Abaikanlah
Lust di luar pintu hati Anda, maka Love akan menciptakan alunan musik
sex yang indah dalam marriage yang tinggal selamanya dalam hati Anda.

And marry someone because of who he/she is, not because of what do you want her/him to be.



1 Comment So Far

anwar on 1 February, 2009 at 2:47 am #
    

terima kasih , tulisan yang bagus, lainkali saya kan mampirlagi untuk tulisan anda yang lain, mapur juga lah ke blog saya, salam kenal


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: