Blog Personal si Pembelajar Hidup
Salah satu fungsi gereja adalah menjadi kemah pemulihan, tempat
pengharapan dan penyembuhan. Karena Yesus datang bukan hanya untuk
menyelamatkan kita, tapi juga memperbaiki segala sesuatunya dalam hidup
kita.
Bukan cuman masalah hubungan dengan Allah yang diperbaiki, tapi juga
memperbaiki, melepaskan kita dari jerat dosa, make all things right,
mengobati luka hati kita, membenarkan segala kekacauan hidup kita. Ia
mau kita hidup dengan segala kelimpahan kasih karunia, dalam kebenaran
yang penuh dan hidup merdeka.
Gereja dapat menjadi kemah pemulihan hanya bila:
1.
Gereja benar-benar bergumul dan sungguh-sungguh melakukan pelayanan
pemulihan dengan agresif, tidak pasif menunggu, tapi aktif bertempur
melakukan serangan balik, menyerang musuh
2. Orang-orang dalam
gereja, dimulai dari pemimpin-pemimpin dan para aktivis disembuhkan
terlebih dahulu dan kemudian bersama-sama menyerang musuh, selain
daripada para pemimpin ini memiliki kerohanian dan integritas yang baik.
Setiap orang memerlukan setidaknya seorang sahabat.
Seseorang yang mengerti dirinya, seseorang yang selalu beserta saat senang
maupun saat badai kesulitan menerpa. Sahabat sejati teramat sulit ditemukan.
Kita mengenal banyak orang, bekerja dengan banyak orang, bermain dengan banyak
teman, bahkan bertukar pikiran dengan banyak orang. Tetapi nampaknya hanya satu
atau dua orang saja yang benar-benar dekat dengan diri kita. Akhirnya kita
bertanya-tanya, mengapa saya tidak bisa bersahabat erat dengan si anu. Apa saja
sih sebenarnya hal-hal yang ‘menobatkan’ dua orang
menjadi sahabat sejati?
Hal pertama yang menjadi bibit persahabatan adalah hubungan yang terus-menerus. Robi
bertemu dengan Erwan di pesta Ultah Susi. Keduanya saling memperkenalkan diri.
Robi teman sekelas Susi dan Erwan teman gereja Susi. Mereka akhirnya terlibat
suatu percakapan yang hangat sepanjang pesta berlangsung. Dua tahun kemudian,
Robi dan Erwan bertemu di angkot secara kebetulan. Masing-masing berpikir,
“Rasanya gua pernah melihat dia, tapi di mana, ya?”
Tidak ada persahabatan yang akan terwujud tanpa adanya
hubungan yang terus-menerus. Hubungan Robi dan Erwan akan lain jadinya kalau
Robi memutuskan untuk ikut kebaktian di gereja Erwan. Mereka setidaknya akan
bertemu seminggu sekali, dan ini akan membuka jalan terciptanya suatu
persahabatan. Muncul suatu pertanyaan, “Saya pergi ke gereja tiap minggu dan
selalu bertemu dengan orang-orang
yang sama, tetapi mengapa saya tidak memiliki sahabat?”
Hal kedua yang mendukung terciptanya suatu hubungan
persahabatan adalah: Kedua pihak
memiliki setidaknya satu minat/kegemaran yang sama.
Adanya
interes yang sama ini akan membuat komunikasi antar keduanya ‘nyambung’ dan
keduanya akan merasa cocok satu sama lain. Bayangkan kalau Robi yang kuliah
Teknik Informatika, hobinya ‘menjelajahi’ dunia komputer. Semua bagian, luar,
dalam, semuanya Robi tahu. Bangun pagi langsung menyalakan komputer dan memeriksa
e-mail. Malam hari dia membaca majalah komputer sampai terlelap. Sedangkan Erwan
tidak kuliah, ia membantu ayahnya mengembangkan tokonya yang besar. Tiap hari
kerjanya mengatur barang dan merayu pelanggan agar membeli dagangannya. Apa
yang ada di pikirannya tiap hari adalah ‘Bagaimana meraih keuntungan yang
sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya’. Bayangkan kalau meereka berdua
bercakap-cakap dan Robi memulai percakapan dengan, “Wan, tahu nggak kamu kalau
Pentium V sekarang sudah keluar?”
Lain halnya kalau mereka berdua ternyata aktif di gereja dan
mempunyai minat yang besar untuk masalah-masalah rohani. Mereka misalnya selalu
berpikir untuk memajukan gereja mereka. Mereka akan dapat saling bertukar
pikiran. Apalagi kalau mereka berdua terlibat suatu pelayanan yang sama, mereka
dapat menjadi sahabat.
Sampai di tingkat ini, banyak pria yang menganggap dirinya
sudah memiliki sseorang sahabat. Salah
besar! Makan bersama, memancing bersama, berolah raga bersama, selalu
bersama tidak menjadikan sahabat
sejati. Ini baru setengahnya. Tingkat berikutnya jauh lebih sulit dan banyak
orang
yang gugur terseleksi pada tahap ini. Bahkan banyak orang yang tidak mau
melangkah ke tahap berikutnyaini, yaitu: saling
percaya dan saling berbagi. Hal inilah yang menjadikan seorang sahabat
begitu bernilai dan sulit
ditemukan.
Setelah merasa cocok satu sama lain, perlu adanya langkah
dari kedua belah pihak untuk saling berbagi. Berbagi kesenangan, berbagi
kesulitan, berbagi masalah, dan yang terpenting adalah berbagi hidup. Hal ini tidaklah mungkin tanpa adanya saling percaya
di antara mereka. Di sini kejujuran dan keterbukaan memegang peranan yang
sangat penting dalam membagi kehidupan pribadi kepada seorang sahabat. Seorang
sahabat yang sejati bahkan mengenal kehidupan yang paling pribadi dari
sahabatnya.
Hal terakhir dan merupakan tingkat yang paling dalam dari
persahabatan adalah: rasa saling
bergantung, saling membutuhkan. Setelah kedua belah pihak dapat saling
mengutarakan isi hati masing-masing, hal yang terakhir ini lambat laun akan
muncul. Robi merasa ada sesuatu yang hilang kalau Erwan tidak ada, demikian
juga Erwan merasa ada yang kurang kalau Robi tidak ada. Mereka dapat saja
secara logika tidak memerlukan satu sama lain, tapi Robi merasa memerlukan
Erwan, dan Erwan merasa memerlukan Robi. Ini terjadi karena mereka berdua telah
memiliki kasih seorang kepada yang
lain.
Satu hal lain yang dapat disimpulkan dari keempat hal di
atas yaitu: Persahabatan hanya akan
berlangsung kalau kedua belah pihak ikut terlibat.
Akhir kata, bilamana Anda dan salah seorang kenalan Anda
telah berhasil melewati berbagai rintangan dan halangan dalam persahabatan
sampai pada tingkat yang paling dalam seperti yang telah diuraikan di atas, saya
mengucapkan “Selamat! Anda telah
menemukan Sahabat Sejati!”
Tiap malam kunantikan waktu bercakap-cakap denganmu
Kubawa rindu suaramu ke siang kelabu
Mengingat bayangmu dalam segenap kalbu
Tersenyum memandangmu dalam lembaran indahmu
Apakah itu rindu?
Lalui hari-hariku sendiri
Nikmati angan kau di hati
Puaskan derita tak bertepi
Selama aku menanti
Apakah itu derita?
Kuatkan aku hai cinta
Segarkan aku hai jelita
Asalkan aku tak asa hampa
Menanti cinta menutup luka
Sabtu lalu gua liat Jogja kena gempa di TV. Korbannya sampe ribuan.
Dan beberapa hari kemudian, gua masih liat akibat gempa itu… bantuan
udah ngalir, tapi masih banyak anak-anak yang gak makan sampai 3
hari… temen gua bilang sampai harus makan rumput
gile…
Sempet gua marah… apa aja sih kerjaannya pemerintah?? ngurusin
yang genting kayak gini aja acak-acakan. Pesawat dari Arab diping pong
ga bisa mendarat di Jogja. Masih banyak korban yang belum ketolong
karena jalan darat ke beberapa daerah terputus, jadi korban2 patah
tulang mesti satu-satu diangkut helikopter.
I had enough with
this goverment… it’s really disguisting. Gua pengen nyumbang, tapi
duit gua bulan ini pas pasan nih… jadi gak bisa nolong.
Kemaren
gua surfing ke situsnya ITCENTER. eh terus ada jaket ITCENTER, wah
keren nih kata gua…. terus jaketnya emang bagus dan cocok banget
dengan yang gua mau. Harganya murah lagi cuman 89 ribu + ongkos kirim
10 ribu. boljug tuh… Hmmm gua pikir-pikir tapi gua sebenernya gak
gitu butuh jaket nih.. gua masih punya beberapa jaket. Tapi gua pengen
juga tuh jaket… ah bodo ah … langsung aja gua masukin pesanan gua
ke ITCENTER shop. Rencananya ntar gua pulang kantor mau transfer tuh
duit 99 rebu ke ITCENTER….
Pas Pulang kantor, tiba-tiba gua
mikir, “heh… elo gak butuh jaket kan sebenernya… untuk kayak ginian
elo mau ngeluarin duit cepeceng… tapi disuruh ngasih bantuan ke
korban bencana elo susah amat sih…”
Gelo nya…. gua adalah
orang yang paling munafik di dunia, bisanya cuman protessss ajah…
emang gua siapa.. gua ngerjain apa??? nyumbang aja kagak!!!
Ya
dah… gua tobat deh… gak jadi beli jaketnya, duitnya akhirnya dah
gua sumbangin via temen gua yang mau pulang ke jogja nengok keluarganya
yang kehilangan rumah… semoga duit sumbangan gua bisa lebih cepet
nyampe ke orang yang membutuhkan….