Blog Personal si Pembelajar Hidup
Gereja di bakar!!!!
Pendeta ditembak!!!
Orang Kristen dianiaya!!!
Kalau kita yang Kristen mendengar hal-hal di atas,
apa yang kita rasakan? Marah? Benci? Sedih? Apa kita mau mati2an membela agama
kita dari serangan agama lain?
Waktu kerusuhan di Ambon yang berubah menjadi perang
antara komunitas muslim vs kristen, banyak juga orang-orang Kristen KTP yang
ikut-ikutan perang. Mereka seakan-akan mau jadi pahlawan agama, mati demi
Kristus. Tiba-tiba mereka menjadi orang yang ‘rohani’ karena merasa Tuhan dihina
dan dinista, mereka perlu angkat senjata membela Tuhan.
Kalau dipikir-pikir, saat terjadi kekacauan seperti
itu, apa sih bedanya orang Kristen sejati dengan orang Kristen KTP? kita
sama-sama cinta Tuhan, sama-sama gak rela Tuhan yang kita sembah dijahatin
orang.
Think again….. sebenarnya yang membuat kita marah,
dan benci apa karena kita CINTA TUHAN kita? Karena kita tidak rela Tuhan kita
dinista? Atau kah sebenarnya karena kita orang ‘Kristen’??? Maksud saya apa
sebenarnya kita cuman membela KELOMPOK kita, agama kita, atribut
kita?
Hal seperti ini pernah terjadi waktu perang salib
jaman dulu, karena ego komunitas kristen dan pandangan cinta Tuhan yang ’sempit’
serta tujuan politik, maka terjadilah perang salib, yang juga diakhiri dengan
kekalahan umat Kristen.
Sedih sekali, apakah kekristenan sudah menjadi hanya
salah satu agama belaka? Apa Tuhan kita perlu kita untuk membela-Nya? Dengan
alasan membela Tuhan kita telah melakukan perbuatan-perbuatan yang sesungguhnya
membuat hati Tuhan terluka.
Kalau terjadi sebaliknya, misalnya terjadi
penganiayaan orang Muslim oleh orang Kristen, apa yang akan kita rasakan?
SUKURINNN?? Apakah kita akan mengatakan, "rasain elo" ??? Atau apakah kita akan
membela mereka juga sama seperti kalau kita dilukai?
Pls, think again… apa kita benar-benar cinta Tuhan
seperti yang kita katakan sebelumnya?
Apakah Tuhan hanya mengasihi orang Kristen saja?
ataukah Tuhan hanya mencintai satu kelompok manusia saja? Orang Cina saja? orang
Pribumi saja? Orang Reformed saja? atau Orang Injili saja? yang mana yang Tuhan
sayang sebenernya?
Sungguh kita mesti banyak belajar sama
tokoh-tokoh X-Men. Meskipun mereka hanya 6 orang… sangat outnumber melawan
pasukan Brotherhoodnya Magneto, mereka tetap mau mengorbankan nyawa mereka untuk
membela kelompok manusia biasa, sekalipun para manusia biasa banyak yang takut
dan mau memusnahkan bangsa mutant. Yup.. dibutuhkan keberanian dan kekuatan yang
lebih untuk berani menentang kelompok sendiri dan membela kelompok lain demi
kebenaran dan kehidupan.
So….. kalau
jiwa sama berharga di mata Tuhan, WHOSE
SIDE WILL YOU BE ON?
Saat kita menghadapi suatu kesulitan, kita sering berkata, "Mengapa aku
tidak seperti orang lain", atau "Aku ingin hidup normal dengan kesulitan
yang biasa, Tuhan jangan berikan kesulitan yang besar kepada saya."
Kenyataannya adalah:
Tidak ada satu manusia pun yang hidup normal.
Tidak ada satu manusia pun yang hidup tanpa masalah yang berbeda dengan
orang lain pada umumnya
Tapi apabila berkaitan dengan kemampuan, atau skill atau keberhasilan atau
prestasi, setiap orang mungkin akan berkata, "Aku mau berbeda dengan orang
lain"
"Aku tak mau disamakan dengan dia, aku lebih baik dari dia"
"Aku ingin jadi yang paling baik"
"Aku ingin sukses melebihi orang biasa"
Ibrani 12:8 dan 12:11, semua masalah diijinkan Allah supaya kita tidak
menjadi anak-anak gampangan. There are always blessings in disguise.
Masalah yang lebih besar dapat membawa kita kepada pencapaian yang lebih
besar pula.
Dalam situasi sulit seringkali kita sudah diperhadapkan kepada kekalahan/kegagalan yang mau tidak mau harus dihadapi,
namun orang yang luar biasa adalah orang yang mampu mengubah kekalahan menjadi kesempatan untuk menang. Sekalipun dia mengorbankan hal-hal yang berharga dalam hidupnya, dan dia lakukan itu tanpa jaminan/kepastian untuk menang, namun setidaknya ada kesempatan untuk menang, sekalipun belum tahu bagaimana akhirnya……
Dalam Star Trek The Movie Episode III The Search for Spock, diceritakan Capt. Kirk dengan Enterprisenya bertempur melawan pesawat Bird of Prey nya Klingon di orbit planet Genesis, planet yang kosong tanpa teknologi. Capt Kirk mengalami kekalahan, dia diperhadapkan pada pilihan surrender or die. Guess what he did??
Capt Kirk memilih mentransport dirinya beserta seluruh crewnya ke planet Genesis dan meledakkan Enterprise….. Hebat!!! padahal di daerah itu hanya ada 2 pesawat: Enterprise dan Bird of Prey… kalau Enterprise blow up… ya berarti satu-satunya kesempatan hidupnya Capt Kirk adalah dengan merampas pesawat musuh.
Capt Kirk bertanya pada crewnya, "Apa yang sudah kulakukan?"
dr Mc Coy menjawabnya, "Kau melakukan hal yang biasa kau lakukan, TURNING DEATH INTO A CHANCE TO SURVIVE"
wowww… bukan menggantikan kematian dengan kehidupan… karena belum tentu mereka selamat dari musuh, tapi setidaknya ada kesempatan untuk bertahan hidup….
Dan akhirnya memang dengan segala keterbatasan yang ada Capt Kirk mampu mengubah kekalahan menjadi kemenangan dengan merampas Bird of Prey dan terbang ke Vulcan……
How about you? dalam segala kondisi yang tidak menguntungkan… don’t quit, cobalah untuk selalu TURNING DEATH INTO A CHANCE TO SURVIVE. maybe you’ll lose, but at least you have a chace to win. Jangan lupa, kekalahan barulah benar-benar jadi milik kita kalau kita MENYERAH.
Udah pada
nonton filem “Cheaper by Dozen”? Film komedi Steve Martin dengan judul lucu “Lebih
Murah Selusin” dan dengan pemain Hillary Duff (jadi anak ke3) dan Tom Wellings
(pemeran Clark Kent di Smallville, di film ini jadi anak ke2) ini lucu banget
dan menurut gua punya pesan moral yang sangat menyentuh.
Diceritain
bahwa sang ayah (Steve Martin) yang bekerja sebagai pelatih football di desa
mendapat tawaran melatih sebuah tim football nasional yang terkenal di kota besar. Udah dapet bayaran yang
gede, ini juga adalah cita-cita sang ayah sejak sebelum kawin dan beranak 12…
Makanya sekalipun ke12 anaknya gak setuju pindah ke kota besar, sang ayah tetep nekad pindah
ke kota besar dengan rumah yang jauh lebih
besar….
Singkat
cerita walaupun cita-cita sang ayah kesampaian dan kebutuhan hidup mereka juga tercukupi,
tapi karena setelah pindah keluarga mereka jadi kurang terperhatikan, anak-anak
membuat masalah di mana-mana… dan keluarga ini jadi kacau balauuuu, akhirnya
Steve Martin memilih keluarga daripada karirnya. He quit the job!!
Gua sangat
tersentuh nonton film ini. Yup… Family is always number one. Apa gunanya kita
sukses besar dan punya banyak uang, kalau keluarga kita hancur?? Bahkan mungkin
kita sebagai lelaki harus berani mengorbankan cita-cita terbesar kita, just for
our family. Mungkin di dunia kita yang sekarang ini hal ini sudah jarang
dijumpai. Kita lebih cenderung egois, egosentris dan memperlakukan orang lain menurut kepentingan kita
sendiri.
IMHO:
Istri
adalah seorang wanita yang dititipkan Tuhan untuk kita lindungi dan kita kasihi
dan
Anak-anak
adalah manusia-manusia penting yang Tuhan titipkan untuk kita besarkan dengan
kasih supaya mereka dapat meneruskan pesan Kasih Tuhan kepada suami/istri dan
anak-anak mereka kelak.
Kelihatan
muna yah?? Toh gua juga masih single dan tentunya belum pernah ngerasain susahnya hidup berkeluarga…. Gua juga
mesti belajar sih yang kayak gini, karena keluarga yang membesarkan gua sekarang
juga kurang berfungsi sebagai keluarga… so, I have to ask GOD seriously, supaya
gua gak memperlakukan:
Istri
sebagai cewe yang bisa gua pergunain kapan aja kalao gua mau dan
Anak-anak
sebagai parasit-parasit yang bisa gua atur semau gua
May God
listen to my prayer. Amen.
Sinar Mentari semalaman mencari, kau tidak kelihatan
Mengapa engkau tak mau menampakkan diri
Bulan, kunanti engkau kala malam tiba
Kupandang bila engaku bersinar, tanpa kenal letih
Bila pagi tiba, berat hatiku melepas bayangmu
Sepanjang siang merindukan cahyamu
Cepatlah malam tiba, agar kudapat memandangmu lagi
Bulan, kapankah ku dapat memelukmu
Dapatkah aku memnuhi sukma kasihmu
Mungkinkah kita akan bersatu?
July 16, 1996
Gereja kita selalu mempunyai visi bagus dan keren, apalagi komisi pemudanya sudah menghasilkan suatu visi yang powerful dengan 5 tujuan transformasi pemuda.
Namun seringkali parameter yang kita gunakan untuk menilai apakah gereja berhasil atau tidak… apakah gereja atau komisi maju atau tidak adalah JUMLAH KEHADIRAN. Bila tujuan gereja dan pemuda adalah mentransformasi jemaat, kapan ya kita bisa mulai melihat ke parameter perubahan hidup yang dialami oleh jemaat? dan apakah memungkinkan dengan terus berpacu pada parameter JUMLAH KEHADIRAN visi gereja dapat tercapai?
Apakah gereja kita adalah gereja yang purpose driven church? Apakah komisi pemuda kita adalah komisi yang purpose driven Youth Ministry? Jangan-jangan kita merupakan produk-produk dari NUMBER Driven Church dan NUMBER Driven Youth Ministry. Segala event yang kita buat, apakah buat number ataukah buat purpose ya? Kayaknya kita mesti serius memikirkan hal ini. Karena prinsip utama pelayanan kaum muda adalah NO RELATIONSHIP = NO MINISTRY. Tanpa relasi, yang ada hanya event, dan kegiatan…. bukan pelayanan.
Saya pernah diajarkan mengenai menggunakan quisioner untuk mengukur seberapa banyak suatu sesi dalam retreat memberi dampak pada peserta. Quisioner tersebut dibagikan di awal sesi dan menanyakan tentang hal-hal yang akan diajarkan, seberapa jauh mereka sudah mengetahuinya. Kemudian setelah sesi, quisioner yang sama dibagikan lagi dan kemudian dilihat seberapa banyak perubahan jawaban yang terjadi pada peserta. Saya pikir mungkin ini salah satu cara yang dapat diterapkan sebagai parameter transformasi hidup.
Kemarin saya adalah anak oon yang Cuma bisa dapat nilai 1 dan 0. Sekarang saya sudah merasakan nikmatnya menjadi juara kelas. Dulu mau jajan aja harus mikir berkali-kali dan nonton bioskop harus dibayarin koko PA. Hari ini aku hidup berkecukupan. Dulu cewe yang gua taksir nolak gua abis-abisan. Tapi kemudian dia cinta mati banget sama gua. TAPI…. Dulu juga gua menikmati dipuji-puji orang karena keberhasilan dan kehebatan gua. Tapi sekarang gua menikmati apa rasanya kejatuhan itu. Dulu gua seneng punya pacar cantik dan perhatian sama gua, tapi sekarang gua harus menjalani kesendirian yang paling sunyi. Hidup itu BISA berubah. Tidak harus kondisi sekarang berlangsung terus menerus. Kalau sekarang gua gak punya apa-apa, di kemudian hari gua bisa punya segalanya. Kalau hari ini masalah yang gua hadapi begitu sulit dan teman-teman gua seakan-akan memusuhi gua shg membuat gua mau menyerah… tapi besok keadaan bisa berbalik 180 derajat. Demikian juga kalau gua sekarang dibilang pinter, suatu saat bisa aja gua jadi idiot. Kalau gua punya jabatan, DIA bisa ambil jabatan gua kapan aja dan menjadikan gua sebagai public enemy #1. Jangan menyerah… tapi juga jangan takabur… keadaan saat ini BISA BERUBAH.
Sudah lama saya ingin membuat catatan yang berisikan pemikiran-pemikiran saya pribadi maupun pemikiran-pemikiran orang lain yang membuat kita merenung dan memikirkan kehidupan. Karena hidup adalah anugerah. Dan hidup telah memberikan hadiah yang membuat kita lebih dapat menikmati hidup, yaitu: sang Pengalaman
Saya percaya, tidak ada yang disebut dengan pengalaman buruk. Semua pengalaman, yang paling mengerikan sekalipun selalu ada untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang percaya. Semua tentang hal-hal yang baik, semua adalah kebaikan. So, yang kita perlukan sekarang adalah menjadi pembelajar hidup.Karena hidup ini juga berarti.
Mungkin sebagian dari tulisan-tulisan saya akan tidak dimengerti oleh sebagian orang, atau mungkin juga sebagian tulisan-tulisan saya mengandung hal-hal yang negatif, tapi semuanya itu tetap dituliskan apa adanya dalam kerangka pola pikir bahwa akhirnya semuanya itu selalu mendatangkan kebaikan.
Semoga kita semua bisa sama-sama belajar tentang gift of life, to make the better life, and to make other’s life better.