Blog Personal si Pembelajar Hidup
Misteri berlanjut…
Belakangan ini, beberapa kali kita liat ada kotoran item di lantai, kayak kotoran dari bawah sepatu/sendal. Lantai kamar kita kan dari keramik, jadi keliatan banget. nah… kita gak pernah bawa sendal/sepatu ke dalam kamar. Dan ini terjadi gak cuman sekali gilanya….
Sekali waktu g outing sama kantor n istri g nginep di Koko Ing Ing (sepupu g). terus kita pikir ada orang yang coba masuk kamar. tapi toh gak ada barang ilang dan semuanya masih tetap pada posisi semula. Memang waktu itu konci kamar rusak, gak bisa dibuka sampai harus panggil tukang kuncen untuk bongkar kunci dan ganti kunci kamar g.
Sekali waktu kita pergi ke bandung… Ini juga masih berpikir ada orang lain masuk…tapi bener2 gak ada yang ilang. laptop, TV, VCD dan kulkas juga masih ada di sana.
Sekali lagi waktu tadi pagi… nah yang ini bikin bingung karena malemnya belum ada, dan kita kan sama2 tidur di sono, gak pergi ke mana2. Jejak nya tuh kurang lebih selalu sama seperti itu.
Yang paling gila…. tadi malem jam 12.30 itu tiba2 di kamar g ada wangi gorengan lagi dimasak. Padahal selama 3 bulan di kostan itu, gak pernah ada wangi masakan yang masuk kamar karena kamar g full AC. Ya mungkin aja tetangga masak, tapi jam 12.30 man!!! tanpa ada kedengeran bunyi penggorengan lagi…. so weird….
Ayo teman2 detektifku… coba solve misteri ini…
G menemukan beberapa hal yang ganjil di kamar kost g.
Beberapa bulan yang lalu, gak lama setelah g pindah ke kostan ini, g bangun pagi buta kira2 jam 3/4 an gara-gara pengen pipis. Nah kamar mandi dan WC kan ada di dalam kamar kost g. Jadi sambil ngantuk2 g ke WC. Taunya pas g kencing g liat di lantai deket closet duduk kok ada tetesan darah.
Setelah pipis g amati tetesan darah dengan lebih teliti, sapa tau g salah kali ye.., tapi bener kelihatan seperti tetesan darah. G yakin pas malem sebelum tidur belum ada, soale g yg terakhir pake kamar mandi untuk pipis n sikat gigi sebelum tidur jam 12an. Ya g kaget takut ada apa2 sama bini g… terus g bangunin die tanya “r u all right?”
Dia bangun n sambil ngantuk n bingoeng nanya, “Ada apa sih Ko?” tanpa kelihatan ada something wrong with her. Ya terus g ceritain temuan tetesan darah di WC. Si Li Cen kalakah berpikir bahwa itu darah g coba……
G cek tangan, kaki, kepala gak ada apa2 kok. terus g cek lagi ke WC, taunya di dinding deket closet juga ada tetesan darah, pas di deket kepala g, karena di sono ada lekukan horizontal gitu, jadi darahnya gak ngalir ke bawah. Itu dinding putih loh, jadi jelas banget kelihatan (sampe sekarang juga masih ada, yuk para detektif liat ke rumah g buat investigasi wkwkwk).
nah… kl gini uda pasti deh bukan bini g, soalnya istri g kan gak setinggi itu, dan g cek tangannya gak ada bekas luka. Udah gak mungkin deh kita berdua…. Jadi itu darah siapa ya???????
Sayatan derita mengiris badannya
Gunung cobaan menimpa hidupnya
Pukulan, hajaran, tamparan biasa menghampiri wajahnya
Kadang hatinya jatuh merintih
Kadang jantungnya berdebar meringis
Pikiran buntu menabrak tebing
Namun tak pernah habis
Takkan pernah sampai habis
Dia akan bangkit kembali seperti pahlawan
Maju kembali dengan derap serdadu perang
Tak terkalahkan, tak terhancurkan
Karena hatinya terbuat dari Firman
dan jantungnya dari Iman
Seribu tombak menghujam tapi tak binasa
Sejuta topan badai menerjang namun tetap berdiri
16 April 2006
Kala cinta bukan segalanya
Cahaya kebenaran jadi utama
Hindarkan jiwa dari sengsara
Labuhkan cinta di hati yang genap
Kala cinta bukan segalanya
Jam dinding masih berdetak
Bumi masih terus berputar
Cinta pun kan tetap berkarya
Kala cinta bukan segalanya
Bunga-bunga terlihat bermekaran
Menanti Tuan memetik cinta
Surga pun jadi tercipta
November 2002
Nantikan hujan tiba
Di tengah mendung awan kelabu
Angin kencang bertiup
Awan telah penuh
Halilintar pun berkumandang
Namun hujan belum turun
Kupersiapkan diriku
Tuk ungkapkan isi hatiku
Kepada seorang tersayang
Kunanti waktu demi waktu
Kucari celah kesempatan
Saat mendung sempurna menutupi bumi
dan awan tak sanggup menahan rintik air
Kuharap hujan sukacita turun
Memenuhi bumi dengan limpahnya
Mengairi samudera lautan hatiku
Membanjiri kekeringan hatiku
Menghalau resah dan gundah kemarau
Mendatangkan syukur dan bahagia
Valentine’s Day tahun 2000
Senja akan tenggelam
Nampaklah keindahan sang surya
Kilau jingga menutupi jagat
Menghapus kabut di pagi buta
Segarkan terik sepanjang siang
Siapkan bulan berjaga malam
Hari berganti hari
Tahun berganti tahun
Masa lalu tak kembali
Masa depan takkan pergi
Masa sekarang jadi penentu
Sepanjang apa kita melangkah
Sejauh mana kita mendayung
Seluas apa mata memandang
Masih jalan setapak tak berujung
Masih samudera luas tanpa batas
Masih cakrawala di ujung langit
Masih banyak gelombang yang menanti
Masih banyak badai yang harus dilalui
Masih banyak rintangan yang menunggu
Apapun yang akan terjadi
Tak seorang pun tahu
Hanya satu yang pasti
Kasih Tuhan beserta
Apapun jalan yang kita tempuh
Asalkan percaya pada-Nya
Asalkan menyerahkan pada-Nya
Setiap inchi dari kehidupan
Setiap detik dari pemikiran
Setiap langkah keputusan
Jangan pernah takut melangkah
Jangan pernah berhenti mencoba
Maju, teruslah maju
Selamat Tahun Baru 2001
Hatiku hancur berkeping-keping
Menghadapi kenyataan tak punya belas kasihan
Sedih, perih, tak terurai dengan kata-kata
Sakit rasanya
Bagai tertusuk ribuan anak panah
Desember bukanlah bulanku
Desember memilih sang surya sendiri
Seorang kuda hitam berekor putih
Tak kuduga, tak dinyana
Kukumpulkan keping demi keping hatiku
Biar kusimpan sendiri
Kalau-kalau Tuhan membentuknya kembali
Untuk seseorang yang sedang menanti
4 Oktober 1998
Kawan, lama tersimpan dalam hati
Sejak pertama kali berjumpa
Menjalin tali kasih persahabatan
Hingga kini
Kawan, kehadiranmu memberi berkat
Perkataanmu membawa suasana
Kesan demi kesan dalam di dasar hati
Kawan, alangkah senang kita dapat bertemu
Alangkah indah kisah persaudaraan kita
Saling mengisi hati, saling mengisi hidup
Hidup jadi bahagia
Kawan, pernahkah ku berkata
Kaulah mutiara
Kaulah perhiasan
Bagi seorang wanita
Bilakah kita terus bersama
Haruskah kita berpisah
Bilakah kita bersua kembali
Ada waktu bertemu, ada kala perpisahan
Biarlah kita berpisah selama hidup ini
Asal dapat bersama di Firdaus selamanya
7 Maret 1996
Kalau suka extreme kuliner, jangan pernah melewatkan yang satu ini. Naya, rajanya masakan ular yang ada di jalan Terusan Pasteur (dr Djundjunan), deket pintu Tol Pasteur, kalau dari perempatan paskal ada di sebelah kiri, sebelum BTC, depan hotel Grand Aquila.
Yang hebat, masakan ulernya Bu Naya (alm) ini dibuat macem-macem menu, misalnya ular cah kailan, ular cah fumak, sop ular, cah ular dan masih banyak lagi yang lain. Memang Bu Naya sudah lama tiada, namun ternyata kualitas dan kelezatan masakan restoran ini tidak berubah yang menunjukkan kepiawaian keluarga Naya dalam memasak masakan extreme kuliner ini.
Bukan rahasia lagi kalau gua lagi di Bandung seringkali ngajak temen-temen dan anak-anak PA g makan di sono, sebagai salah satu tempat makan favoritnya g.
Semua masakan di restoran Naya ini enak-enak. Misalnya yang g udah cobain:
Kalau ada orang yang gak suka uler tapi diajakin makan di sini, jangan kuatir karena Naya menyediakan banyak masakan chinese food yang enak-enak juga seperti masakan babi, sapi, udang dll.
Naya juga menyediakan masakan extreme kuliner yang lain seperti buaya dan biawak. Kalau buaya dimasak seperti rendang, enak juga loh. Kalau biawak belum sempet nyobain nih.
OK, sekarang harganya??? murah! rata-rata menu 25 ribuan, isinya banyak, bisa buat 2 orang perporsi, pokoknya puas deh…… :))
Kerang yang satu ini kayak bambu, panjang dan tidak kecil seperti kerang biasa. Daging kerangnya adalah daging yang menyerupai lidah di dalam cangkang yang berbentuk bambu tersebut. Buat yang suka kerang, biasanya yang bikin BT adalah karena kerang biasa itu isinya kecil-kecil, jadi kurang puas makannya. Nah kalau kerang bambu isinya panjang-panjang, jadi bisa memuaskan temen-temen yang pengen makan kerang dengan puas. ![]()
Kerang bambu yang pernah g makan itu ada di jalan Sabang di Jakarta Pusat. Deket Sarinah. Memang sabang sudah terkenal dengan pusat makanan saat malam hari (seperti Cibadak atau gardujati di Bandung). Kebetulan tempo hari me and my wife iseng jalan2 cari makanan di sono, liat-liat kaki lima di sono makanannya kok tipikal semua; nasi goreng, ayam goreng, martabak, jus dll yang biasa banyakdi mana-mana. Eh… taunya di deket RM Sederhana, ada tukang jualan masakan yang beda sendiri yaitu masakan Kerang. Kita nyoba sekali langsung suka!
Dia jual ada kerang bambu ada juga kerang yang lain (namanya lupa) yang ukurannya besar-besar. Masakannya juga macem-macem, tapi yang orang biasa pesen katanya sih kerang dipindang atau kerang saus tiram.
Gue udah coba pindang dan saus tiram. Kalo kata gua sih kerang bambu saus tiram jauh lebih uenakk… suka banget nih makan menu itu di sono.
Harganya 25 ribu, belum termasuk nasi, tapi seporsinya isinya banyak, cukup buat 2 orang.
Buat yang suka makan di Jalan Sabang, sekali-kali cobain aja, recommended banget.